Pemeriksaan Usus Dengan Kolonoskopi

Menurut penelitian, sebanyak 6% dari kanker usus gagal dideteksi melalui pemeriksaan kolonoskopi.  Dr. Jewel Samadder, dari the Huntsman Cancer Institute di University of Utah, mengatakan “kami menemukan kolonoskopi ternyata tidak sempurna. Hal tersebut dikarenakan kami menemukan beberapa kasus kanker usus yang tidak dapat dideteksi oleh kolonoskopi. Dilansir dari dokterID 

Artikel lainnya: Pengobatan Kanker Alternatif Dengan Terapi Enema Kopi

Kanker usus kebanyakan terjadi pada pasien berusia 65 tahun keatas. Yakni pasien yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker usus dan pasien yang memiliki riwayat polip usus. Pemeriksaan kolonoskopi dilakukan dengan cara memasukkan alat berbentuk tabung. Pada alat tersebut dilengkapi kamera khusus kedalam tubuh melalui rektum untuk mencari tanda awal kanker didalam usus.

Para peneliti mengumpulkan data dari pasien yang mengikuti prosedur kolonoskopi di Utah AS selama tahun 1995-2009. Sebanyak 6% dari pasien yang dinyatakan bebas kanker melalui pemeriksaan kolonoskopi ternyata mengidap kanker usus pada tiga sampai lima tahun berikutnya. Menurut studi, kanker ini mungkin terlewat saat deteksi dengan kolonoskopi atau kanker ini berkembang setelah pemeriksaan dilakukan.

Kapan Kolonoskopi Perlu Dilakukan?

Pemeriksaan kolonoskopi untuk deteksi dini kanker usus sebaiknya dilakukan setiap 10 tahun sekali. Pemeriksaan tersebut ditujukan pada orang berusia 50 tahun keatas dan 5 tahun sekali pada orang yang memiliki faktor resiko.

Peneliti juga mengungkapkan, banyak sel kanker ditemukan pada sisi kanan usus. Daerah tersebut merupakan daerah yang sulit dijangkau oleh kamera kolonoskopi. Dengan memahami keterbatasan dari kolonoskopi kita dapat memperbaiki penggunaannya dan memaksimalkan kemampuannya agar mengurangi angka kejadian dari kanker usus.

Setelah Tindakan Kolonoskopi

Setelah tindakan, anda akan dibawa ke area pemulihan sampai efek dari obat penenang telah hilang sepenuhnya. Pasien sering merasa kram atau terasa adanya gas yang biasanya berlalu dengan cepat. Obat-obat tertentu, seperti pengencer darah, sebaiknya dihindari jika contoh jaringan atau polip telah dihilangkan. (Docdoc.com)

Share :